it’ve been so looooooooooooong time ago!

July 22nd, 2008 by rukawashinji

padahal sudah berniat untuk online tetapi tidak untuk berhubungan dengan blog. Apa mau dikata, blogging itu lebih menyenangkan.
bwahahaha

at least, blog yang ini sudah lama tidak terurus. Saya senang dengan blogspot and another circle of friends.
Friendster makin lama makin garing, Myspace masih lumayan asik, Facebook itu masih seru karena yaaah lumayan ketemu temen-temen lama disana.

But, ada sesuatu yang lucu
Yang gak bisa gue tulis di tammiprasetyo.blogspot.com karena itu tampaknya sudah menjadi bacaan umum.

Tentang seseorang yang pernah gue suka,
putus-nyambung kayak PLN,
secara dia jauh dan saya jauh
Kita enggak kenal satu sama lain
Tapi nasib memang berkata lain (aiih bahasanyoo), dia memberi saya comment!
Oops! ITU ADALAH SEBUAH MUKJIZAT *lebay*

Dia tidak tahu saya
Saya hanya tahu dia, tanpa mengenalnya
Saya mengagumi dia
Dia boro-boro melihat saya

Si kakak kelas dari SMP
Yang sekarang di Komunikasi UI, yang sempet keterima di FSRD ITB (tapi akhirnya ke UI), yang dulu kalo Try Out rangking satu terus..
hahaha

tapi ya sutralaah
makasih Allah, dia bisa mengenal saya melalui blog
I love you dah BLOGSPOT! :)

November 24th, 2007 by rukawashinji

Terkadang setiap manusia membutuhkan jeda waktu untuk beristirahat. Entah lama maupun sebentar. Jeda yang kuambil kali ini cukup panjang untuk mengistirahatkan otak yang sudah berbaik hati bekerja keras selama setahun belakangan ini. Dan sekarang saatnya kerja rodi kembali dimulai.

Gue ini bukan orang yang terlalu ngotot dengan keinginan gue, terkadang angin-anginan. Yah semoga aja motivasi belajar gue bertahan lama selama jangka 12 bulan ke depan. Untuk tahun terakhir di SMA ini paling enggak.

Terkadang manusia membuat kesalahan dan begitu pula gue. Gue mungkin terlalu bodoh sehingga tergelincir dua kali di jenis kesalahan yang sama. Hanya karena mengikuti kata hati yang gak tahu benar atau tidak kebenarannya. Mempertaruhkan perasaan gue sendiri hanya karena mendengar dan mengikuti perasaan gue. Yah udah lama sih feeling gue gak keasah, akibatnya gini deh. Salah langkah!

Gue akuin si U itu menarik banget dan gue susah buat gak suka sama dia. Mungkin bagi gue ini yang pertama kalinya gue ketemu sama orang yang bener-bener bisa membuat dunia berpaling melihat ke dirinya. Seperti magnet, gue gak bisa menghindari daya tarik dirinya yang begitu kuat.

Tapi itulah, dia gak jauh beda dari cowok lain. Mungkin cara gue dulu salah buat ngedeketin dia. Mungkin dia gak suka dengan cara gue. Sampai-sampai ngasih tau temennya kayak gini:

“Duh, si tami sms-sms gue terus nih”.

Oke. Maaf gue ganggu elo. Dan kenapa elo gak bersikap gentle dengan bilang kalau elo keganggu dengan gue.

Ups. Elo ‘bilang’ kok sama gue. Walau dengan cara tersamar. Tapi gue tahu itu penolakan super halus (dengan ngomong gini: ‘aduh elo jangan suka sama gue, elo kalah jauh dari gebetan gue. Gue sekali suka susah untuk berubah’) dari elo dan gue terima itu dengan senang hati (+sakit hati tentunya *hha).

Setelah sekian lama gak ketemu. Kenapa omongan pertama elo harus kayak gini: ‘tam sumpah dibanding gebetan gue lebih enak ngobrol sama elo’.
Gue gak mau GR tapi itu kesannya kayak ada harapan untuk gue. Walau gue tahu gak ada dan gue berusaha ngelawan keinginan gue buat suka lagi sama elo. Tapi lagi-lagi gue kalah sama kekuatan magnet elo yang bisa narik gue buat suka lagi sama elo.

Gue bodoh. Gue sadar itu. Karena emang udah gak ada yang namanya harapan. Semua itu fana dan gue harus hidup di dunia nyata.

Setelah beberapa kali usaha untuk memastikan diri. Mungkin sekarang saatnya emang gue harus STOP segala kotololan gue ini. Walau gue masih penasaran untuk ketemu sama elo lagi untuk benar-benar memastikan. Tapi, rasnaya semua ini udah cukup. Kalau perlu kayaknya gue gak usah ketemu sama elo lagi kayaknya, nanti malah gue balik suka lagi sama elo.

. Gue harus netralin perasaan gueee!!

Ps: perasaan ini masih suka belum terlanjur sayang, jadiii mungkin akan lebih gampang kali ya. Hoho.. :D

November 24th, 2007 by rukawashinji

 

Kalau ditanya gimana perasaan gue tentang hari ini. Gue bakal jawab sambil tersenyum lebar: BASAH dan KEDINGINAN. Yup, mau gimana lagi? Kayaknya emang setiap Sabtu gue udah jodoh sama hujan. Sabtu lalu dan Sabtu ini gue kehujanan. Bedanya, Sabtu lalu gue yang pengen hujan-hujanan karena waktu itu hujan gak terlalu deras dan udara gak terlalu dingin. Sabtu ini… beuh! Hujannya udah paling deres, anginnya udah paling kenceng, udaranya dingin banget (kombinasi air hujan+angin).

Ceritanya nih gue lagi nemenin si Aida ke perpumda. Sehabis dari perpumda kita berdua makan di pasar festival abis itu ke toko buku old&rare books. Lagi asik-asik baca+explore buku-buku oke tahu-tahunya hujan deras turun menggila.

Awalnya perasaan gue mellow kebawa suasana hujan yang deras turun dan udara yang dingin menggigit (huhu, bahasanya bo!). Akhirnya pulanglah gue naik busway (Aida pulang dijemput sama emaknya).

Di Busway perasaan gue masih mellow. Seperti biasa gue berdiri menyender di pintu yang tidak terbuka sambil bengong ngeliatin jalan yang ramai oleh mobil dan basah karena hujan. Apalagi saat itu sore menuju malem jadinya lampu-lampu di jalan udah pada nyala semua. Pokoknya perjalanan tenang, nyaman (mm, not really) dan aman (tidak basah).

Sesampainya di halte TU GAS gue langsung turun dan berpikir sebentar. Kalau lagi gak hujan biasanya gue naik angkot. Tapi karena lagi hujan gue memutuskan untuk naik taksi sekaligus mau melanjutkan aksi mellow gue.

Herannya walau gue berteduh di jembatan busway sambil nunggu taksi. Tetep aja gue kedinginan dan kebasahan. Tambah sebelnya lagi taksi udah lima kali lewat gue stop gak ada yang mau berhenti. Mungkin karena gak kelihatan kali ya? Intinya gue tetep kaga dapet taksi.

Gue udah sebel dan kedinginan parah. Sebelnya lagi gak ada yang nelpon gue nanyain gue lagi dimana sekarang (paling enggak gue bisa merengek minta dijemput. Dan kenapa gue mesti menunggu telpon? Yah karena gue gak ada pulsa). Akhirnya gue ngeliat ojek lewat dan gue stop aja. Daripada gue gak pulang mending gue naik ojek.

Bukan seperti perjalanan pulang yang gue bayangkan sih (duduk di dalam taksi, tidak kedinginan, tidak kehujanan, dan bengong memandang hujan dari balik jendela). Gue sengaja gak pakai mantel hujan dan bodohnya gue mencoba untuk menikmati hujan.

Sesampainya di rumah gue, nyokap gue terlihat panik (ternyata nyokap lagi ada tanu makanya gak nelpon gue). Gue basah kuyup dari ujung kepala sampai ujung kaki. Teh yang panas mengepul (dan pembokat gue berteriak “awas mbak, panaaas!!”) gue minum tandas sampai habis.

Intinya hari ini lumayan menyenangkan dan dingin sekali. Apalagi gue lagi pakai kaos lengan pendek dan celana pendek. Gue juga gak pernah bawa payung. Jadilah gue berhujan-hujan ria.

Sebenarnya yang daritadi gue heranin ialah: selain perasaan mellow yang sesaat itu, gue lagi bener-bener gak menikmati hujan. Tumben-tumbennya gue gak menikmati hujan. Entah kenapa. Seperti bukan perasaan gue sendiri. Kenapa ya?

ps: Please God, kasih petunjuk apapun itu! Agar gue tahu apakah gue ada harapan dengan dia atau enggak.

image about a boy

November 24th, 2007 by rukawashinji

Gue baru aja baca sebuah komik punya temen gue. Jenis komik yang satu komik isi ceritanya banyak. Komik cewek standartlah, cerita cinta-cinta begitu. Judulnya aja gue lupa (kebiasaan buruk yang entah kapan bisa gue hilangkan, hehe). Intinya, gue suka banget cerita terakhir di komik itu.

Jadi ceritanya ada seorang cewek yang suka banget sama cowok bernama Kuroaki. Si Kuroaki ini dari luar terlihat tidak ramah, kasar dan selalu berwajah masam (wajah orang yang selalu ingin marah).

Awalnya cewek itu takut dengan Kuroaki yang terkesan tidak ramah. Tetapi pada suatu hari cewek itu yang sedang berjalan terburu-buru tanpa sengaja menabrak Kuroaki dan dompet Kuroaki jatuh. Cewek itu dengan takut-takut memungut dompet itu karena saat itu di mata cewek itu Kuroaki terlihat sangat menyeramkan.

Tanpa sengaja cewek itu melihat sebuah kartu malaikat di dalam dompetnya. Cewek itu terpana dan kaget. Karena kartu malaikat adalah kartu yang menjamin pemiliknya akan mendonorkan organ tubuh mereka ketika mereka sudah mati otak (alias meninggal).

Cewek itu menemukan sisi manis dari Kuroaki dibalik segala kesangarannya. Memang dari luar Kuroaki terlihat sangar tetapi ternyata ada sisi manisnya dimana dia memiliki kartu malaikat yang membuat cewek itu jatuh cinta dengan Kuroaki. Dan setiap cewek itu memandang Kuroaki dia berharap agar Kuroaki jangan mati.

Secara keseluruhan gue cerita kayak gini. Yah dari dulu gue suka berandai-andai menyukai cowok yang penampilan luarnya terlihat kasar tetapi memiliki sisi manis yang tidak terlihat oleh orang lain. Cerita ini mengingatkan gue akan seseorang yang sudah lama gue cari tapi belum pernah ketemu di dunia nyata.

Kalau boleh memilih gue akan menyukai seseorang yang dari luar terlihat kasar dan galak, entah kenapa. Daripada menyukai seseorang yang dari luar terlihat manis dan baik hati. Gue akan lebih menyukai orang yang jalan pikirannya tidak tertebak dan bisa membuatku bertanya-tanya saat bersama dia. Orang yang walaupun terkadang membuat kesal tetapi pada akhirnya gue bisa tersenyum saat bersamanya. Hahaha, gue udah mengkhayal kemana-mana nih.

Saat ini bisa dibilang gue lagi bingung untuk suka sama siapa. Haha, suka aja kok bingung. Intinya gue gak mau suka sama si U itu! Beneran deh. Entah kenapa gue memilih untuk mematikan perasaan gue untuk dia. Yeah karena gue tahu satu hal, dia cinta banget banget sama gebetannya itu. Sampai-sampai gue pernah ngeliat dia nulis kayak gini…

[kau begitu sempurna... di mataku kau begitu indah--for her]

Walau kata temen-temen gue perasaan suka itu gak boleh dibatasi. Tapi untuk kali ini gue bener-bener gak ngeliat yang namanya harapan.

Heran deh. Padahal gue jarang-jarang ketemu dia. Tapi kenapa gue tetep aja ngerasain hati gue sakit setiap keinget dia. Sialan. Padahal gue udah sempet gak suka dia! Dan kali ini harus gak suka dia lagi! Pokoknya saat rapat selanjutnya ketemu sama dia, gue udah bisa ngelupain perasaan gue, gue udah bisa ngeliat dia sebagai cowok biasa, gue gak geer sama sikap dia ke gue, (dan) gue (lebih baik) menjauh dari dia.

belum diputuskan

November 24th, 2007 by rukawashinji

 

Gue dapet sebuah nasihat yang bijaksana

‘Janganlah pernah mengambil keputusan disaat kamu sedang marah’

Yeah, tadi gue sempat mengambil keputusan untuk (kali ini) benar-benar gak suka sama dia. Apapun itu godaannya, mau diceng-cengin, mau dijodoh-jodohin. Gue gak mau suka dia sampai dia sendiri ternyata suka sama gue.

Karena saat ini gue pengen berprinsip kalau gue gak bakal mau suka sama orang kalau ternyata dia gak suka sama gue. Mungkin susah untuk orang seperti gue yang gampang suka dan gampang lupa (haha, masa iya tam?).

Tapi tau gak, gue masih suka lho iseng-iseng berhadiah dengan main tebak-tebakan. Jadi gini, gue lagi mandi dan asyik main sabun (biasa kelakuan anak autis kalau lagi bengong di kamar mandi). Sabun mandinya gue jadiin balon-balonan sabun. Gue tiup sampai terbang ke atas kepala gue, pokoknya lumayan banyak! *sumpah gue kurang kerjaan*

Sampai gue ngeliat satu balon yang agak kecil dan iseng gue ngomong sendiri ke diri gue kayak gini:

kalau balon itu pecah sebelum itungan kelima berarti gue gak perlu suka sama U. Hm, satuu.. duuaa… tigaa… emmpat… limaa… enamm.. tujuh’ dan pecah.

Lebih dari lima hitungan. Gue terpekur dan memandang kosong botol sabun gue. Apa maksudnya lagi kali ini? Padahal biasanya balon itu pecah di hitungan ketiga. Dan sekarang baru pecah di hitungan ketujuh…

Gue buru-buru menyelesaikan ritual mandi gue (yang super lama) dan berusaha melupakan semua itu. Tapi lama-lama kepikiran juga dan akhirnya malah gue tulis disini.

Pertanda apalagi ini maksudnya? Hh, lama-lama gue sadar satu hal. Sebenarnya si U itu adalah seseorang yang belum kukenal secara mendalam. Jarang-jarang ketemunya. Smsan jarang banget (yeah setelah tragedi dia selalu menolak gue secara halus, gue ogah buat sms dia lagi). Sms terakhir gue aja gak dibales. Oh yess, gue tahu fakta lain tentang dia. Dia sama aja kayak cowok kebanyakan. Suka seseorang karena fisiknya.

Gue gak sensi atau sinis atau bagaimana. Tapi malam ini emang gue lagi marah terus maunya. Jadinya gue gak bisa membuat keputusan apa sebaiknya gue suka dia atau enggak. Huuaaah! Gilaa! help me!

NOVEMBER RAIN

November 14th, 2007 by rukawashinji

Hari Sabtu ini hampir seharian hujan turun membasahi bumi dan isinya. Dunia jadi terasa sepi, tenang dan damai. Peace on earth…

Di sekolah gue juga lagi ada Reunion Cup. Walau hujan cukup deras turun, anak-anak tetap semangat bermain bola. Semangat masa muda. Itu yang terbesit dalam pikiran gue. Yah saking semangatnya dengan pertandingan bola ini, teman-teman gue yang cowok sampai cabut BTA jam kedua buat nontonin angkatan kita tanding.

Gue sendiri cabut sebentar buat nonton tapi balik ke kelas lagi. Yeah, walau begitu di kelas kita juga gak belajar. Hujan dan rasa dingin yang menyergap membuat kami (murid+kakak pengajar) asik berdiskusi tentang berbagai macam hal.

Selesai BTA gue langsung cabut ke warnet buat posting beberapa tulisan, ngecek fs gue, dkk dll. Nothing special.

Cabut dari warnet ternyata masih hujan. Kali ini gak begitu deras tetapi bukan gerimis juga. Mengandalkan jaket pink gue, gue menerobos hujan dan berjalan kaki.

Yeah, hari itu gue hujan-hujanan! Hari Sabtu gue bener-bener menikmati hujan yang turun terus menerus dan membasahi diriku. Saat aku menatap langit, langit berwarna putih dan ke abu-abuan.

[Hujan, seperti sahabat lama yang hilang dan kembali pulang.]

Gue bener-bener cinta hari Sabtu. Sesampai di rumah gue langsung ganti baju dengan sweater putih dan celana pendek putih. Kemudian gue duduk memandang hujan turun dari jendela kamar ditemani secangkir teh hangat beserta brownies kesayangan *hoho*.

Di saat-saat kayak gini tiba-tiba gue teringat seseorang. Seseorang yang terasa jauh tapi kami masih berdiri di atas bumi yang sama, berdiri di bawah langit yang sama. Dan gue tahu dia (mungkin) menikmati hujan hari ini, secara dia seseorang yang bermimpi menjadi air.

Saat ini yang gue butuhkan hanyalah keajaiban untuk benar-benar meyakinkan perasaan gue terhadap dia. Gue gak tahu apakah keajaiban itu beneran ada untuk gue atau enggak. Yang jelas tadi pas gue lagi asik baca majalah tiba-tiba mata gue tertuju ke sebuah tulisan. Dimana tulisan itu terdapat nama si oknum U! Gue tahu itu bukan dia tetapi dari segala kemungkinan yang ada tiba-tiba gue menemukan nama si U di artikel tersebut.

Ini bukan yang pertama. Semenjak gue mengenal dia gue menemukan nama dia ada dimana-mana. Yah mungkin nama dia pasaran, tapii.. itu cukup membuat gue shock dan terdiam.

Sampai-sampai gue pun bikin perjanjian dengan diri gue kayak gini:

kalau gue udah nemuin 10 nama dia, tandanya dia suka ama gue’

Agak tolol dan bodoh sebenarnya. Akhirnya gue nemuin 10 nama dia (lebih malah waktu itu). Gue sih cuman ketawa-ketawa tolol karena ya jelas gak mungkin cuman gara-gara permainan aneh kayak gini dia bisa suka sama gue.

Waktu itu gue sempet udah gak suka lagi sama dia. Dan karena gue dipanas-panasin sama temen-temen gue dan temen-temen dia akhirnya gue bikin perjanjian lagi…

kalau gue nemuin satuuu lagi nama dia dimanapun itu, kali ini kayaknya emang gue suka sama dia’.

Dan elo tahu hari ini gue nemuin nama siapa? Nama dia! Yup. Tapi gue gak mau gitu aja percaya dan jadi suka setengah mati sama dia.

Hah hujan lagi-lagi membuat kenangan baru. Dan aku pun tersenyum memandang hujan sambil ditemani semangkuk bakso langganan di teras rumah *yang susah payah didapatkan saking hip-nya bakso ini*.

a n e h

November 3rd, 2007 by rukawashinji

Hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya yang gue jalanin. Masing-masing memiliki keunikan dan keanehannya. Apalagi hari Jumat disaat gue bagi raport bayangan di sekolah gue. Ada banyak banget hal yang aneh terjadi dalam hari itu. Tentunya kejadian-kejdian hari Jumat terjadi karena ada kejadian-kejadian sebelum hari Jumat.

Gue agak senewen karena gue lagi dalam kondisi dimana gue bingung dalam menetapkan pilihan gue. Gue pernah suka sama seseorang (sebut dia U). Tetapi setelah beberapa minggu suka sama dia entah kenapa gue jadi ilfeel dan putus harapan untuk menyukai U, karena gue tahu dia lagi suka bangeeet sama seorang cewek. Tetapi entah kenapa sekarang gue jadi kepikiran U lagi. Gue gak mau buat suka dia lagi. Yah karena ada banyaaak hal yang membuat gue berpikir ulang untuk menyukai dia.

U itu cowok baik, menyenangkan dan gue nyambung sama dia. Sayangnya kalo gue telaah kedepannya, gue tahu gue gak ada harapan. Yah harapan sih selalu ada, tetapi untuk kasus gue dengan si U kayaknya lebih butuh yang namanya: keajaiban. Dan buat apa gue menyukai seseorang kalau gak ada harapan buat ngedapetin dia?

Elo tahu gak temen gue ngomong apa ke gue hari ini?? Dia ngomong kayak gini:

Tam, tumben cara ngomong elo lebih halus ya? Biasanya kan elo kalo ngomong keras dan tegas,”

Yeah people changes and so am I. Why? Karena tanpa sadar saat gue menampilkan image anak baik-baik di depan teman-teman baru gue, image itu tanpa sadar melekat terus dalam diri gue. Bagus sih, gue seneng aja dengan perubahan yang terjadi dalam diri gue. Dari luar gue kelihatan rapuh tapi dalamnya tegar. Ceilah… hehe.

Hari Jumat itu gue juga pergi ke Arion untuk makan hokben bersama teman-teman gue. Secara gue lagi bosen makanan di sekolah, kemudian bosen makan AW dan McD jadinya gue yang paling semangat ngajak mereka semua ke Arion.

Hari Jumat juga ialah kebebasan kami memakai baju muslim di sekolah, jadinya PD aja pergi ke Arion pake seragam bebas (lagian Arion doang!). Gue, Aida, Titha dan Disa. Yeah yang paling beda si Disa karena dia pake baju muslim yang ada bet labschoolnya.

Si Aida sama Titha jalannya yang paling semangat. Gue sih bukan tipikal anak yang jalannya lelet tapi karena gue nungguin si Disa jalannya lelet gara-gara lagi sibuk sama handphone-nya makanya kita berdua yang paling ketinggalan di belakang. Tapi tetep aja gue jalannya di depan Disa.

Dan gak taunya ada seorang satpam ngedekatin Disa dan berkata:

“Dek, gak boleh masuk mall kalau pakai seragam sekolah ya. Ini bukan peraturan satpam tetapi dari kanwil-nya,”

Gue ngedekatin Disa dan tersenyum ke satpam itu. Waktu itu otak gue kosong bingung mau argumen apaan. Yah gue bilang aja kalau emang jam segini kita udah pulang sekolah terus ada bagi raport di sekolah daripada bengong kita mau makan disini, itu penuturan polos gue. Satpam itu tetep keukeuh pengen kita keluar dari Arion (sialan).

Nyebelinnya lagi si Aida sama Titha yang udah duluan jalan gak sadar kalau Disa (+gue) ketangkep satpam. Baru beberapa menit kemudian Aida dateng. Aida sih bawaannya udah nyolot, gue sih masih senyum-senyum aja. Yaudah gue ngomong aja gini:

“Pak, ini kan hari Jumat. Bapak kan bisa lihat sendiri kalau kita semua pakai baju gak formal alias baju muslim. Baju seragam yang formal itu kan kemeja putih yang ada lambang osis-nya. Ya kan? Berarti kita gak salah dong ada disini, kita kan gak pakai seragam (walau pakai rok abu-abu). Lagian bisa bapak liat sendiri masih banyak pelajar lain disini yang pakai seragam putih abu-abu tapi boleh masuk karena dia pakai cardigan,”.

Dan dia pun dengan muka yang nyebelin (karena menahan marah gue rasa, soalnya dia kaga bisa bales argumen gue sih. Hahahahahahaahahaaa) berkata begini:

Pintar ya kamu ngejawabnya,”.

Gue pun cuman senyum dan bilang makasih. Ya iyalah. Buat apa gue sekolah di Labschool tapi gue gak jago argumen!? HUAHAHAHAHAHAA *sinting mode on*

Akhirnya kita berempat nyuekin itu satpam dan masuk ke dalam hokben. Itu satpam akhirnya ngacir. Yah kalau dia mau ngusir kita sih silahkan aja. Tapi itu berarti dia ngerugiin Arionnya dong. Toh, kita kan mau ngasih duit kita ke mereka.

Yang kasian sih Disa. Dia jadi ogah-ogahan males-males gak jelas gimana gitu. Katanya sih mood makannya ilang. Terus Disa bilang nanti dia mau cerita(ngadu) sama temen nyokapnya yang punya Arion. Gue pun ketawa-ketawa…

“Dis, berarti temen nyokap elo itu besannya tetangga gue dong!,”

Yeah ternyata gue dan Disa mempunyai kerabat yang ternyata adalah pemilik Arion mall ini. Kehebohan yang aneh.

Sepulang dari Arion gue mendapat sms dari Akar yang mengabarkan kalau si pohon ada di Labschool. Awalnya gue bodo amat dan asik bergossip di saung bersama kawan-kawan. Tiba-tiba kawan-kawan gue berteriak-teriak heboh. Si pohon lewat dan gue jadi salting karena hal itu.

Kenapa gue mesti gugup?? Mungkin karena di ceng-cengin kali ye. hah, penyakit lama. Gue pun memandang si pohon dari kejauhan sekaligus bernostalgia. Dan elo tau!? Satu setengah jam kemudian gue baru nemuin dia dan ngobrol. Padahal sebelum itu kita berdua udah saling liat-liatan. Tapi karena gue diceng-cengin anak-anak gue jadi sebel(gugup). Hahahahahaa…

Oh iya, raport bayangan gue hasilnya…hmm..mm..lumayanlah. But, gue gak puas karena gue tahu banget kalau gue belum mengerahkan kemampuan gue. Karena sebelumnya banyak banget kejadian yang melabilkan emosi gue sehingga gue gak konsentrasi belajar. Thanks a lot but ibu Eli atas nasihat dan supportnya (tak lupa nilai +10 di ulangan pertama dan +1 di raport semester satu nanti). Ayo tam! Sukses belajar geografi (gilaaa ini pelajaran yang dari dulu sampai sekarang nilai gue berkisar di angka 6 dan 6, buahahaha).

Untung nyokap gue gak marah (yaiyalah, mau marahin kenapa coba?). Ibu aku sayang kamu, terimakasih atas segala dukungan dan memberikan pembelajaran demokrasi serta prinsip ‘bertanggung jawablah dengan apapun yang telah kamu kerjakan, jangan pernah berhenti di tengah’. Dimana gue selalu merasa gaik PD dan gak yakin dengan diri gue, ibu selalu memberikan support. I love you mom. ♥

Ps: untuk Labschool dan OSIS serta guru-guru dan tradisi MOS dan TO (tak lupa pra-LD) yang telah melatih saya mengembangkan diri dan argumen. Dan juga kelas sosial yang membuat kami menjadi kritis. Berkat kalian semua akhirnya gue bisa menemukan manfaat argumen di kehidupan nyata: kabur dari satpam. hehe, ya enggaklah.

mimpi dan R E A L I T A

November 3rd, 2007 by rukawashinji

Bagaimana kalau ternyata dunia yang kita kira nyata adalah mimpi dari tuhan yang tertidur? Begitulah cerita yang disuguhkan oleh Calvin Michael Sidjaja dalam novel surealisnya: JUKSTAPOSISI. Novel yang berhasil meraih juara 3 Sayembara Novel Dewan Kesenian jakarta 2006.

Cerita yang menurut gue kalau dipikir-pikir merefleksikan kehidupan kita sebagai manusia yang hidup di dunia ini. Disini diceritakan bahwa tuhan terbuai oleh mimpi dan tidak mau terbangun untuk menghadapi kehidupan nyata para tuhan yang sebenarnya. Sehingga mereka menipu diri mereka sendiri, menjadi ‘manusia’ di dunia yang diciptakan oleh ‘mimpi’ dan melupakan kalau ternyata mereka adalah ‘tuhan’. Sehingga di dalam mimpi para tuhan tertidur dan bermimpi. Mereka tidak mampu membedakan yang mana mimpi yang mana kehidupan nyata. Terbuai oleh mimpi dan tidak mau bangun untuk menghadapi kehidupan sebagai tuhan.

Inilah sebagian cuplikan novelnya:

Ini gila… ini gila…,” kata Noah tak henti-hentinya mengucapkan dua kata itu sambil menyusuri jalan polis yang gelap. Polis yang tampaknya tak pernah memiliki waktu selain malam. Di polis itu, peti mati berjejer dimana-mana. Di sudut jalan. Di rumah, di taman.

Ada apa dengan kota ini? tanya Noah kepada dirinya sendiri. Kenapa semua orang disini mati?

Mereka tidak mati,” kata sosok yang berdiri di sebelahnya.

Mereka sama sepertimu, tidur. Mereka tertidur, bermimpi menjadi manusia.”

Mereka siapa?,” kejar Noah.

Di dalam bahasa mimpi itu… mereka memanggil dirinya sendiri ‘tuhan’.

tuhan?”

Ya, tuhan. Kita semua di sini adalah yang diberi nama tuhan oleh manusia. Kita semua saling bermimpi satu sama lain. Manusia bermimpi mengenai tuhan dan tuhan bermimpi menjadi manusia. Itu sebabnya mereka tidak pernah bertemu.”

Tapi… kalau begitu… yang mana yang memimpikan siapa? Siapa yang lebih dulu bermimpi? tuhan atau manusia?” tanya Noah.

Sosok itu menatap satu peti mati.

“Tuhan tentu. Namun mereka semua terbuai oleh mimpi, mereka tak mau bangun lagi dan malah, memimpikan diri sendiri saat mereka bermimpi menjadi manusia.”

Tuhan yang tertidur dan bermimpi menjadi manusia…

Gue tercenung dan merasa tuhan-tuhan itu sama seperti kita para manusia. Kita menghadapi kehidupan yang menjemukan dan melelahkan. Sampai-sampai kita berkata ‘ini cuman mimpi buruk’ dan menyangkal semua yang terjadi terhadap kita.

Berharap akan sesuatu yang baik terjadi. Maka kita mulai bermimpi untuk kehidupan yang lebih baik. Dalam imaji mimpi kita menampilkan kehidupan kita semuanya baik dan berjalan lancar. Padahal kita tahu sama tahu bahwa tidak mungkin selancar hidup kita. Karena kalau kita mengalami suatu hal yang buruk, kita mengatakan ‘ini cuman mimpi buruk’.

Dalam Jukstaposisi ini diceritakan bahwa tuhan berusaha mewujudkan mimpi itu menjadi kenyataan dan bukan sekadar mimpi saja. Mungkin sebaiknya itu yang harus kita lakukan. Daripada mengkhayal akan mimpi yang tidak pasti itu, lebih baik mewujudkan mimpi tersebut.

Sometimes, ada kalanya gue merasa lebih baik gue terus menutup mata dan tertidur. Hidup dalam mimpi terasa lebih ringan dan membebaskan daripada menjejakan kaki di kehidupan nyata. Di saat semua masalah terasa banyak dan memenuhi otak gue. Gue memutuskan untuk menutup mata dan kabur ke dunia mimpi gue. Gue sempat berpikir lebih baik gue tinggal disini dan tidak bangun saja.

Tapi gue tahu. Menutup mata adalah tindakan apatis. Diam tidaklah selalu emas. Terkadang melangkah ke depan walaupun kau tahu akan jatuh lebih baik daripada diam saja dan tidak melakukan perubahan apa-apa. Sesakit apapun, seburuk apapun, kehidupan ialah satu hal yang harus dijalani sebaik-baiknya.

Ingat: satu langkah ke depan untuk sebuah perubahan lebih berarti daripada diam.

[Ono twäer vashäúán Itwäshä áv Létwävëh]

[Kenapa lebih nikmat bermimpi ketimbang menikmati hidup ini?]

Rapat Proker pertama di hari Sabtu!

October 28th, 2007 by rukawashinji

Sabtu tanggal 27 Oktober baru aja rapat rutin pertama Abang-None buku
angkatan 2007. Karena masih awal jadi baru staffing aja. Dan setelah
tes psikologi segala macem akhirnya gue ikutan proker konferensi.
Pokok kerjanya sih elo jadi humas gitu. Yang ngatur bikin acara,
forum alumni, hubung-hubungin orang. Haha, padahal sebelumnya gue itu
kerja di dua proker. Prokernya si Frendi (bagian media gitu-gitu) dan
prokernya si Rizka (tentang quisioner tralala).

Rapat kemarin gak banyak orang yang dateng. Secara itu adalah Sabtu
pertama setelah libur lebaran jadi banyaaaak banget acara. Gue aja
ninggalin 3 acara buat dateng rapat proker ini, haha.

Asal elo tahu anak-anak abnon udah ngegosipin gue sama si LEO!
Gara-gara si LUCKY! Gue gak tahu si Lucky dapet gossip darimana yang
jelas tahu-tahu gue udah di ceng-cengin aja sama si Leo.

Jadi Sabtu kemarin si Leo datengnya telat dan jeng-jeng pas dateng
langsung aja gue sama diceng-cengin! Argh! Sebel. Untung gue lagi gak
mood marah-marah, jadinya gue diem aja. Karena emang gue udah
nonsense sama dia, so gue gak deg-degan lagi. Jadi gue cengengesan
gak penting aja.

Udah gitu si Leo pake sok-sokan minta tuker tempat duduk pula. Dan
akhirnya gue sama Leo duduk sebelahan.

Awalnya gue agak kaku karena udah lama gak ngobrol. Tapi akhirnya
bisa nyambung lagi dan kita akhirnya ngobrol seru lagi seperti kawan
lama (ceilah!). Yah cerita-cerita, curhat-curhat, ketawa-ketawa.
Padahal itu lagi di tengah-tengah rapat lho! Dan gue sama dia duduk
di barisan depan. Maaf banget ya gue gak begitu nyimak isi rapat,
huhu.

Dia cerita tentang gebetannya, gue cerita tentang gebetan gue. Yang
kocaknya lagi, first impression gue sama dia tentang gebetan gue itu
sama! Kita berdua sama-sama kesel sama gebetan gue (itu lhooo! yang
temennya dimple!) gara-gara dia melakukan tindakan yang tidak sopan
(hahay).Lagian gue juga udah gak suka lagi sama si gebetan itu.

Gue juga bilang ke Leo kalau gue terkesan sama about me-nya dia di
friendster! Elo harus liat mukanya yang malu ketawa-ketawa aneh gitu.
Emang beneran gue terkesan abis-abisan sama profile-nya dia. Terus
gue juga baca blog temennya yang tentang ‘menjadi air’. Gue
cerita jujur aja semuanya ke dia.

Intinya cukup menyenangkan untuk dijalani. Kali ini gue gak tahu
mesti gimana. Emang gue udah nonsense sama dia. Bodo amat di
ceng-cengin sama anak-anak. Hey who cares!?

Ps: gue gak sabar hari Kamis nanti. see you all.

RAMALAN

October 28th, 2007 by rukawashinji

Gue ini tipikal orang yang cukup maniak dengan berbagai macam
ramalan. Ramalan bintang lah, ramalan tarot atau apapun itu
bentuknya. Kalau masalah percaya atau enggak, gue 50:50. Kenapa?
Karena tiga tahun yang lalu gue sendiri adalah peramal. Tapi
jangan yang ngebayangin yang aneh-aneh ya bo. Gue sekarang udah off
sama kegiatan yang kayak gitu. Dulu gue ngeramal, sekarang gue
diramal. Haha..

Oh yess, di suatu siang yang membosankan di hari Jum’at teman gue
yang bernaam Aida mempunyai sebuah permainan ramalan yang cukup seru
dan mengandung mistis. Jadi elo bakal nemuin nama jodoh elo (entah
beneran atau kaga) di kertas yang udah elo tulisin nama empat cowok.

So here it goes:

  1. Elo harus nulis
    nama empat cowok yang berbeda di empat kertas kecil-kecil yang
    nantinya elo lipet kecil-kecil (satu kertas untuk satu cowok!)

  2. Elo sediakan
    empat lembar tissue yang nantinya akan elo pakai untuk membungkus
    kertas-kertas itu. (satu tissue untuk satu kertas!)

  3. Kemudian elo
    pegang dua tissue di tangan kanan dan dua tissue di tangan kiri.

  4. Elo genggam dan
    ucapkan mantra: ‘cim cim tamagoni3x siapakah di antara ke empat
    ini adalah jodohku’. Ulang sampai tiga kali.

  5. Kemudian elo
    buka itu tissue sampai elo menemukan kertas di luar tissue (hey!
    mistis bo! gimana caranya kertas bisa diluar tissue padahal udah elo
    bungkus!?)

  6. Jangan putus
    asa dan kecewa kalau sekali mencoba belum ada kertas yang keluar.
    Gue aja sampai 5 kali mencoba sampai ada kertas yang keluar.

  7. Konsentrasi dan
    rasa yakin itu penting. Fokus fokus fokus!

Yeah si Aida bilang kalau memang ada campur tangan jin dalam
permainan ini. Yeah dalam ramalan apapun emang si jin ikutan campur
tangan!

Elo pasti pengen tahu siapa nama yang keluar di permainan gue? Yang
keluar ialah nama orang yang paling gue benci
sekaligus paling gue
sayangin. Gue dulu sayang sama
dia, dia ‘adik’ gue sendiri. Dan sekarang gue benci sama dia,
karena dia melakukan tindakan-tindakan yang membuat gue benci sama
dia.

Gue tercenung melihat nama dia yang keluar. Sialan. tapi gue gak mau
terpengaruh sama ramalan ini. Udah setahun hubungan gue sama dia gak
baik. Padahal udah 5 tahun gue sama dia ‘temenan’ dekat.

Nb: jangan-jangan NG itu…?