NOVEMBER RAIN

Hari Sabtu ini hampir seharian hujan turun membasahi bumi dan isinya. Dunia jadi terasa sepi, tenang dan damai. Peace on earth…

Di sekolah gue juga lagi ada Reunion Cup. Walau hujan cukup deras turun, anak-anak tetap semangat bermain bola. Semangat masa muda. Itu yang terbesit dalam pikiran gue. Yah saking semangatnya dengan pertandingan bola ini, teman-teman gue yang cowok sampai cabut BTA jam kedua buat nontonin angkatan kita tanding.

Gue sendiri cabut sebentar buat nonton tapi balik ke kelas lagi. Yeah, walau begitu di kelas kita juga gak belajar. Hujan dan rasa dingin yang menyergap membuat kami (murid+kakak pengajar) asik berdiskusi tentang berbagai macam hal.

Selesai BTA gue langsung cabut ke warnet buat posting beberapa tulisan, ngecek fs gue, dkk dll. Nothing special.

Cabut dari warnet ternyata masih hujan. Kali ini gak begitu deras tetapi bukan gerimis juga. Mengandalkan jaket pink gue, gue menerobos hujan dan berjalan kaki.

Yeah, hari itu gue hujan-hujanan! Hari Sabtu gue bener-bener menikmati hujan yang turun terus menerus dan membasahi diriku. Saat aku menatap langit, langit berwarna putih dan ke abu-abuan.

[Hujan, seperti sahabat lama yang hilang dan kembali pulang.]

Gue bener-bener cinta hari Sabtu. Sesampai di rumah gue langsung ganti baju dengan sweater putih dan celana pendek putih. Kemudian gue duduk memandang hujan turun dari jendela kamar ditemani secangkir teh hangat beserta brownies kesayangan *hoho*.

Di saat-saat kayak gini tiba-tiba gue teringat seseorang. Seseorang yang terasa jauh tapi kami masih berdiri di atas bumi yang sama, berdiri di bawah langit yang sama. Dan gue tahu dia (mungkin) menikmati hujan hari ini, secara dia seseorang yang bermimpi menjadi air.

Saat ini yang gue butuhkan hanyalah keajaiban untuk benar-benar meyakinkan perasaan gue terhadap dia. Gue gak tahu apakah keajaiban itu beneran ada untuk gue atau enggak. Yang jelas tadi pas gue lagi asik baca majalah tiba-tiba mata gue tertuju ke sebuah tulisan. Dimana tulisan itu terdapat nama si oknum U! Gue tahu itu bukan dia tetapi dari segala kemungkinan yang ada tiba-tiba gue menemukan nama si U di artikel tersebut.

Ini bukan yang pertama. Semenjak gue mengenal dia gue menemukan nama dia ada dimana-mana. Yah mungkin nama dia pasaran, tapii.. itu cukup membuat gue shock dan terdiam.

Sampai-sampai gue pun bikin perjanjian dengan diri gue kayak gini:

kalau gue udah nemuin 10 nama dia, tandanya dia suka ama gue’

Agak tolol dan bodoh sebenarnya. Akhirnya gue nemuin 10 nama dia (lebih malah waktu itu). Gue sih cuman ketawa-ketawa tolol karena ya jelas gak mungkin cuman gara-gara permainan aneh kayak gini dia bisa suka sama gue.

Waktu itu gue sempet udah gak suka lagi sama dia. Dan karena gue dipanas-panasin sama temen-temen gue dan temen-temen dia akhirnya gue bikin perjanjian lagi…

kalau gue nemuin satuuu lagi nama dia dimanapun itu, kali ini kayaknya emang gue suka sama dia’.

Dan elo tahu hari ini gue nemuin nama siapa? Nama dia! Yup. Tapi gue gak mau gitu aja percaya dan jadi suka setengah mati sama dia.

Hah hujan lagi-lagi membuat kenangan baru. Dan aku pun tersenyum memandang hujan sambil ditemani semangkuk bakso langganan di teras rumah *yang susah payah didapatkan saking hip-nya bakso ini*.

Leave a Reply